SUNMORFREN WIROBRAJAN

PAKUNCENPemerintah Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Forum UMKM KemantrenWirobrajan mengajak para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kelas produknya agar bisa dipasarkan lebih luas dan mengajak para bank sampah yang ada di wilayah Kemantren Wirobrajan untuk mengikuti lomba inovasi bank sampah dengan membuat kreasi dari barang bekas. Salah satunya melalui kegiatan Forkopimtren Wirobrajan yang diselenggarakan di Jl. Masjid Kuncen, Kelurahan Pakuncen, Yogyakarta pada Minggu  (18/6/2023). Kegiatan ini menjadi ajang pemberdayaan masyarakat dan sebuah tes pasar produk UMKM serta menambahkan wawasan terkait pembuatan dari barang bekas.

Sekretaris Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Yogyakarta Ari Iryawan, S.IP mengatakan Pemkot Yogyakarta mengapresiasi Kemantren Wirobrajan yang telah menginisiasi kegiatan Forkopimtren ini. Hal ini sebagai langkah strategis membangkitkan semangat pelaku UMKM dan Bank sampah serta  meningkatkan ekonomi masyarakat.

 

“Hal ini merupakan tahap awal. Kedepannya untuk mengadakan kegiatan ini lebih lanjut guna meningkatkan semangat pelaku UMKM dan menambahkan kesejahteraan masyarakat” ujar Ari Iryawan.

Sementara itu Mantri Pamong Praja Kemantren Wirobrajan Sarwanto, S.IP, M.M menyampaikan. Total ada sekitar 42 UMKM yang mengikuti kegiatan Forkopimtren ini. Produk yang ditampilkan sebagian besar adalah kuliner.

 

“Harapannya ini memberikan wadah kepada UMKM  untuk bisa promosi dan menjajakan dagangannya di lingkungan kemantren.” Ujar Sarwanto. Salah satu peserta berasal dari Bank Sampah Kampung Tegalmulyo Kelurahan Pakuncen menyambut baik kegiatan Forkopimtren karena membantu para bank sampah yang ada di Kemantren Wirobrajan berkreasi mengubah barang bekas menjadi hiasan atau barang.

“Sungguh bagus, kalau bisa mungkin setiap sebulan sekali atau dua kali diadakan. Karena kegiatan ini juga mendorong untuk pertumbuhan ekonomi.” ucap Sri. (Wisnu)