Pemantauan Kerja Bakti di Lingkungan Sekolah di Wilayah Kemantren Wirobrajan Dalam Rangka Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional

WIROBRAJAN - Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Sekolah di wilayah Kemantren Wirobrajan mengadakan kegiatan pemantauan kerja bakti di berbagai sekolah pada hari Rabu, 26 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah yang baik, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat, khususnya di area sekolah. Kegiatan kerja bakti dan pemantauan dilaksanakan di beberapa sekolah yang berada di wilayah Kemantren Wirobrajan, yaitu:
- SD Sindurejan (Jl. Pareanom No. 5, Patangpuluhan)
- SD Tegalmulyo 1, Pakuncen
- SD Tamansari 1
- SD Tamansari 2
- SD Tamansari 3
- SD Sindurejan
- SMP BOPKRI Wirobrajan
- SMP Muhammadiyah 3
- SD Muhammadiyah 3 Wirobrajan
- Sekolah Muallimin
Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan penting, di antaranya:
- Meningkatkan Kesadaran Peduli Lingkungan: Mengedukasi siswa, guru, dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan mendaur ulang sampah.
- Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional: Mengingatkan seluruh pihak tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dalam rangka melestarikan lingkungan.
- Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Bersih dan Sehat: Memastikan bahwa sekolah-sekolah di wilayah Kemantren Wirobrajan memiliki fasilitas yang terawat dan lingkungan yang bersih untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih baik.
Kegiatan ini dikoordinir oleh Mantri Pamong Praja Wirobrajan, Bapak Sarwanto, yang bekerja sama dengan Forkompimtren (Forum Komunikasi Pimpinan Kemantren) Wirobrajan, yang terdiri dari berbagai elemen pimpinan kecamatan, kelurahan, Polsek, Puskesmas, KUA, dan Koramil. Pemantauan dan kerja bakti di masing-masing sekolah melibatkan guru, staf sekolah, siswa, serta masyarakat sekitar yang bekerja bersama membersihkan lingkungan sekolah.
Pelaksanaan kerja bakti dimulai dengan pembagian tugas kepada setiap pihak yang terlibat. Masing-masing sekolah melakukan pembersihan area sekitar, seperti halaman sekolah, ruang kelas, dan tempat sampah, serta mengumpulkan sampah-sampah yang tidak terkelola dengan baik. Di samping itu, tim dari Forkompimtren juga memberikan edukasi kepada siswa dan masyarakat tentang pentingnya memilah sampah, seperti memisahkan sampah organik dan non-organik, serta cara pengelolaannya.
Forkompimtren memainkan peran penting dalam kelancaran kegiatan ini, mulai dari membantu koordinasi di tingkat kecamatan dan melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan bahwa kerja bakti berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan dampak yang positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat.
Dengan dilaksanakannya pemantauan kerja bakti ini, diharapkan seluruh pihak dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan dampaknya terhadap lingkungan. Beberapa dampak positif yang diharapkan adalah:
- Lingkungan yang Lebih Bersih: Dengan kerja bakti yang melibatkan seluruh pihak, diharapkan kebersihan lingkungan sekolah semakin terjaga dan memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru.
- Meningkatkan Kesadaran Masyarakat: Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah.
- Peningkatan Kualitas Pendidikan: Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat tentunya akan menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk kegiatan belajar mengajar, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan.
Kegiatan pemantauan kerja bakti di lingkungan sekolah wilayah Kemantren Wirobrajan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional ini adalah salah satu langkah positif dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Melalui kerja sama antara Mantri Pamong Praja Wirobrajan, Forkompimtren, sekolah, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar. (fuad)